24 April 2026

9 TAHUN 4 BULAN MEMBERSAMAI PENGADAAN

Tidak disebut lama bila tak ada pembandingnya. Demikian sebaliknya, tak disebut singkat bila pembandingnya tak lebih lama. Kenisbian ini meniscayakan sebuah skala untuk menilai besaran suatu dimensi. Sembilan tahun tak lama bila dibandingkan dua puluh tahun.

Ini tentang seorang kawan yang “membelanjakan” masa kepegawaiannya selama 9 tahun 4 bulan (kurang dikit..😄) mengawal pengadaan barang/jasa pemerintah dari total masa 20 tahun usia kepegawaiannya. Kita tidak sedang hitung-hitungan waktu untuk “digadaikan” dengan pengabdian, namun merekam makna sebuah rute perjalanan yang “tidak diminati” sebagian aparatur pemerintah. Ada ujaran oknum ASN yang mengikuti ujian sertifikasi pengadaan barang/jasa pemerintah bahwa ia ikut ujian, namun sengaja tidak ingin lulus. Ujaran paradoksal tersebut tentu tidak membuktikan bahwa ujian sertifikasi pengadaan barang/jasa itu “sangat enteng”. Karena sangat mungkin terjadi, oknum --yang penuh percaya diri sengaja tidak ingin lulus-- tersebut bahkan tidak bisa lulus meskipun sangat serius berupaya untuk lulus.

Ini tentang pilihan bermakna, berdampak dan mendeterminasi jalannya pemerintahan dan pembangunan yang berkelanjutan. Dari beberapa tahapan proses pengadaan barang/jasa pemerintah, ada satu peran dari bagian kecil tahapan tersebut namun dituntut memahami semua tahapannya. Tahapan tersebut adalah pemilihan penyedia barang/jasa. Meski bukan faktor paling menentukan, tetapi tahapan ini menjadi krusial karena merupakan titik konvergensi “pertarungan” prinsip dan etika pengadaan. Titik di mana sering “dituduh” sebagai sentra kesalahan bila terjadi kegagalan atau permasalahan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Atau setidaknya dianggap menjadi bagian dari penyumbang kegagalan atau permasalahan tersebut.

Ini tentang pilihan seorang kawan, yang “menjerumuskan diri” ke rimba belantara pengadaan, yang wajib memiliki kedigdayaan agar tidak tersesat atau diterkam raja rimba dan cecunguk-cecunguk amoral pengadaan. Tentu tidak semengerikan itu, tetapi riak-riak kecil adalah area tak terhindarkan bila tak lihai bereselancar di atas gelombang. Area pengadaan barang/jasa pemerintah adalah kawah Candradimuka, tempat menggembleng ketangguhan para patriot pengadaan untuk menjamin negeri ini selalu baik-baik saja.

Pilihan seorang kawan, untuk tidak menghindar dari wilayah terluas dari semesta administrasi pemerintahan karena menyadari bahwa sebagian besar kompetensi yang dibutuhkan seorang ASN adalah pemahaman tentang pengadaan barang/jasa. Semua sektor di pemerintahan pasti terkait dengan pengadaan barang/jasa, sehingga seorang ASN yang kompeten di bidang ini hampir menguasai keseluruhan bidang tugas pelaksanaan pemerintahan.

Kawan yang ini (yang tidak dikonfirmasi kesediaan disebut namanya di sini 😂) sudah usai tugasnya di wilayah khusus pemilihan penyedia barang/jasa di UKPBJ. Dengan bekal pengalamannya, tentu sangat siap “diceburkan” ke mana pun dalam tugas-tugas kepemerintahan. Dan di sini, masih ada kami bersetia di garda pengadaan, mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan. Masa berganti, kami yang di sini mengawal dengan bangga kawan ini. Bukan ingin mengurai kenangan, tetapi merajut makna sebuah pengabdian agar tetap berkelindan dengan kesadaran yang bernurani.

  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar