Tidak disebut lama bila tak ada pembandingnya. Demikian sebaliknya, tak disebut singkat bila pembandingnya tak lebih lama.
Kenisbian ini meniscayakan sebuah skala untuk menilai besaran suatu dimensi.
Sembilan tahun tak lama bila dibandingkan dua puluh tahun.
Ini tentang seorang kawan yang “membelanjakan” masa
kepegawaiannya selama 9 tahun 4 bulan (kurang dikit..😄) mengawal pengadaan
barang/jasa pemerintah dari total masa 20 tahun usia kepegawaiannya. Kita tidak sedang
hitung-hitungan waktu untuk “digadaikan” dengan pengabdian, namun merekam makna
sebuah rute perjalanan yang “tidak diminati” sebagian aparatur pemerintah. Ada
ujaran oknum ASN yang mengikuti ujian sertifikasi pengadaan barang/jasa
pemerintah bahwa ia ikut ujian, namun sengaja tidak ingin lulus. Ujaran
paradoksal tersebut tentu tidak membuktikan bahwa ujian sertifikasi pengadaan
barang/jasa itu “sangat enteng”. Karena sangat mungkin terjadi, oknum --yang penuh percaya diri sengaja tidak ingin lulus-- tersebut bahkan tidak bisa lulus meskipun
sangat serius berupaya untuk lulus.
Ini tentang pilihan bermakna, berdampak dan mendeterminasi jalannya pemerintahan dan pembangunan yang berkelanjutan. Dari beberapa tahapan proses
pengadaan barang/jasa pemerintah, ada satu peran dari bagian kecil tahapan tersebut
namun dituntut memahami semua tahapannya. Tahapan tersebut adalah
pemilihan penyedia barang/jasa. Meski bukan faktor paling menentukan, tetapi
tahapan ini menjadi krusial karena merupakan titik konvergensi “pertarungan”
prinsip dan etika pengadaan. Titik di mana sering “dituduh” sebagai sentra kesalahan
bila terjadi kegagalan atau permasalahan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Atau
setidaknya dianggap menjadi bagian dari penyumbang kegagalan atau permasalahan
tersebut.
Ini tentang pilihan seorang kawan, yang “menjerumuskan diri” ke rimba belantara pengadaan, yang wajib memiliki kedigdayaan agar tidak tersesat atau diterkam raja rimba dan cecunguk-cecunguk amoral pengadaan. Tentu tidak semengerikan itu, tetapi riak-riak kecil adalah area tak terhindarkan bila tak lihai bereselancar di atas gelombang. Area pengadaan barang/jasa pemerintah adalah kawah Candradimuka, tempat menggembleng ketangguhan para patriot pengadaan untuk menjamin negeri ini selalu baik-baik saja.
Pilihan seorang kawan, untuk tidak menghindar dari wilayah
terluas dari semesta administrasi pemerintahan karena menyadari bahwa sebagian
besar kompetensi yang dibutuhkan seorang ASN adalah pemahaman tentang pengadaan
barang/jasa. Semua sektor di pemerintahan pasti terkait dengan pengadaan
barang/jasa, sehingga seorang ASN yang kompeten di bidang ini hampir menguasai
keseluruhan bidang tugas pelaksanaan pemerintahan.
Kawan yang ini (yang tidak dikonfirmasi kesediaan disebut
namanya di sini 😂) sudah usai tugasnya di wilayah khusus pemilihan penyedia
barang/jasa di UKPBJ. Dengan bekal pengalamannya, tentu sangat siap “diceburkan”
ke mana pun dalam tugas-tugas kepemerintahan. Dan di sini, masih ada kami
bersetia di garda pengadaan, mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan. Masa
berganti, kami yang di sini mengawal dengan bangga kawan ini. Bukan ingin
mengurai kenangan, tetapi merajut makna sebuah pengabdian agar tetap berkelindan dengan kesadaran yang bernurani.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar